img
  • admin_randi
  • 5 月 6, 2023

Shipper adalah kata yang sering terdengar dalam kinerja industri pengiriman barang atau logistik.

Namun tidak semua khalayak mengerti apa maksud dan pengaruhnya dalam proses pengiriman barang atau shipping.

Dalam artikel ini, akan dilakukan pembahasan secara rinci shipper artinya apa dan bagaimana pengaruhnya dalam proses pengiriman barang.

Mengenal Apa Itu Shipper

Apa itu shipper? Shipper adalah pihak yang bertanggung jawab dan mengatur atas pengiriman barang dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Pihak ini bisa berupa individu, perusahaan atau organisasi.

Pihak shipper akan diberikan tanggung jawab atas pemilihan jenis moda transportasi, cara pengemasan barang, dan seluruh persiapan dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman barang.

Selain itu, shipper juga diberi tanggung jawab atas biaya pengiriman barang yang akan diajukan.

Dalam pengiriman barang, shipper memiliki peran yang sangat penting. Tanpa shipper, proses pengiriman barang tidak akan berjalan lancar.

Pihak shipper harus memilih moda transportasi yang tepat dan memastikan barang terkirim dengan aman dan tepat waktu.

Jika ada masalah dalam proses pengiriman barang, pihak shipper harus segera menangani masalah tersebut.

Peranan Shipper Pada Proses Shipping

Seperti yang telah dijelaskan di atas, shipper adalah peran yang sangat vital dalam proses pengiriman barang atau shipping.

Pihak shipper harus memastikan bahwa setiap barang dan produk yang terkirim harus sampai pada lokasi dengan aman dan tepat waktu, tanpa adanya kecacatan ataupun kehilangan barang pada proses pengiriman.

Dan dalam proses pengiriman barang, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh pihak shipper, antara lain:

1. Pemilihan Jenis Transportasi

Pihak shipper harus memilih moda transportasi yang tepat untuk mengirimkan barang.

Pemilihan moda transportasi akan mempengaruhi biaya pengiriman barang dan waktu pengiriman barang.

Jika barang yang akan dikirimkan bersifat urgent, maka pihak shipper harus memilih moda transportasi yang lebih cepat seperti pesawat terbang atau kapal cepat.

Namun, jika barang tidak bersifat urgent, maka pihak shipper bisa memilih moda transportasi yang lebih lambat seperti kapal laut atau kereta api.

2. Pengemasan Barang

Seorang shipper harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap barang dan produk yang akan dikirim telah terkemas dengan baik dan aman selama proses perjalanan pada pengiriman barang.

Pengemasan yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan pada barang selama proses pengiriman barang.

Oleh karena itu, pihak shipper bertanggung jawab untuk mencegah masalah tersebut dengan memilih kemasan yang sesuai dengan jenis barang yang akan dikirimkan, dan sesuai dengan jarak tempuh yang akan dilalui pada proses pengiriman barang.

3. Persiapan Dokumen

Pihak shipper harus bertanggung jawab atas persiapan dan kelengkapan dari setiap dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman barang.

Dokumen yang diperlukan antara lain adalah; faktur, packing list, surat jalan, dan lain sebagainya sesuai dengan masing-masing kebijakan pada setiap perusahaan.

Dokumen-dokumen ini penting untuk memastikan barang terkirim dengan tepat waktu dan aman, serta membantu pihak perusahaan maupun penerima untuk menerima dan memberikan informasi yang valid mengenai rincian barang yang telah dikirim.

4. Biaya Ongkos Pengiriman

Pihak shipper juga akan diberikan tanggung jawab atas pengaturan biaya pengiriman barang yang akan ada.

Biaya pengiriman barang akan tergantung pada beberapa faktor; seperti jarak tempuh pada proses pengiriman, jenis barang, ukuran dan volume barang, jumlah barang, dan moda atau jenis transportasi yang akan dipilih.

Oleh karena itu, pihak shipper wajib bisa memperhitungkan prosedur pengiriman barang atau produk yang paling efektif dan efisien bagi perusahaan.

Kesimpulan

Dalam industri logistik dan manufaktur, pihak shipper adalah pihak yang bertanggung jawab atas segala tahap pada proses pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Seperti pada penjelasan di atas, pihak shipper memiliki peran vital dalam proses pengiriman barang, seperti memilih moda transportasi yang tepat, mengemas barang dengan baik dan aman, mempersiapkan dokumen yang diperlukan, serta menangani masalah yang terjadi selama proses pengiriman barang.

Pemilihan shipper yang tepat sangat penting dalam memastikan barang terkirim dengan aman dan tepat waktu.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang shipper dan peran mereka dalam proses pengiriman barang dapat membantu perusahaan dan individu memilih shipper yang tepat dan memastikan barang terkirim dengan sukses.